E-JURNAL
Mengoptimalkan Pertumbuhan Pendapatan dengan Investasi Intellectual Capital: Strategi Bisnis sebagai Pemoderasi (Pada Perusahaan Jasa yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2014-2016)
Judul:Mengoptimalkan Pertumbuhan Pendapatan dengan Investasi Intellectual Capital: Strategi Bisnis sebagai Pemoderasi (Pada Perusahaan Jasa yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2014-2016)
Nama Penulis:Vitalis Ari widiysningsih, SE., M.Si & Fransisca Roosiana Kurniawati, SE., M.Si
ISSN:0854-2449
Deskripsi:

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris Intellectual Capital (IC) terhadap Pertumbuhan Pendapatan dengan Strategi Bisnissebagai variabel moderasi. Model pengukuran ICmenggunakan model Pulic (1998) dimana ICmerupakan value added yang diciptakan oleh Structural Capital Efficiency (SCE)), Human Capital Efficiency(HCE), dan Capital Employee Efficiency(CEE). Variabel Strategi Bisnis sebagai variabel moderasi yang diproksikan dengan price premium capability.

Penelitian ini mengambil sampel perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2016.Perusahaan perbankan dianggap perusahaan yang sangat dipengaruhi oleh kualitas SDM terutama pengetahuan untuk melakukan inovasi dalam persaingan bisnis.Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis regresi berganda dan untuk pengujian variabel moderating dilakukan dengan MRA(Moderating Regression Analisys).

Hasil penelitian menunjukan bahwa Structural Capital Efficiency (SCE) berpengaruh terhadap pertumbuhan pendapatan, sedangkan Human Capital Efficiency (HCE) dan Capital Employee Efficiency (CEE) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan pendapatan. Price Premium Capability (PPC) sebagai variabel moderasi, hanya Human Capital Efficiency (HCE) yang berpengaruh  terhadap pertumbuhan pendapatan.

  
Donwload
ABSTRAK

Perkembangan digital, inovasi teknologi dan ketatnya persaingan memaksa perusahaan-perusahaan mengubah cara mereka menjalankan bisnisnya.Supaya perusahaan-perusahaan tetap survivedibutuhkan perubahan paradigma dari bisnisyang didasarkan pada tenaga kerja (labor-based business) menuju bisnisberdasarkan pengetahuan (knowledge based business), dengan karakteristik utamailmu pengetahuan.Kesadaran perusahaan terhadap pentingnya Intellectual Capital merupakan landasan bagi perusahaan untuk lebih unggul dan kompetitif. Keunggulan perusahaan tersebut dengan sendirinya akan memberikan value added bagi perusahaan (Solikhah, Rohman, dan Meiranto, 2010).

Pada sektor perbankan, Intellectual Capital merupakan salah satu aset yang sangat signifikan.Hal ini sesuai dengan penelitian Firer dan Williams (2003) yang menyatakan bahwa industri perbankan merupakan salah satu sektor yang paling intensif Intellectual Capitalnya.Dalam rangka meningkatkan kinerjanya, industri perbankan banyak melakukan berbagai macam pelayanan berbasis teknologi informasi pada para nasabahnya. Terlebih, pada akhir-akhir ini banyak bank yang mulai menerapkan knowledge based business. Menurut Fifer dan Williams (2003), manajemen berbasis pengetahuan telah menjadi terobosan baru bagi organisasi modern yang berharap dapat berkompetisi pada suatu lingkungan dengan tekanan yang terus meningkat.

Beberapa hasil penelitian yang sejalan diantaranya Tayles et al. (2007) yang menyatakan bahwa Intellectual Capital berperan dalam menciptakan dan memelihara keunggulan kompetitif dan nilai pemegang saham. Huei-Jen Shiu (2006) menyatakan bahwa di era modern, penentu value dari suatu organisasi adalah pengetahuan (knowledge), sumber daya manusia dan perubahan dalam structural expenditures.Zerenler, Hasiloglu dan Sezgin (2008) menginvestigasi pengaruh Intellectual Capital industri suplier otomotif Turki ter-hadap inovasi kinerja perusahaan.Rehman, Illyas dan Rahman (2011) menguji kinerja Intellectual Capital disektor asuransi untuk tahun 2009. Perusahaan sektor ini mengindikasikan bahwa Intellectual Capital menentukan kualitas jasa perusahaan yang akan diberikan ke pelanggan. Zéghal dan Maaloul (2010) menyatakan bahwa saat ini beberapa perusahaan menginvestasikan dalam pelatihan karyawan, penelitian dan pengembangan, hubungan pelanggan, sistem komputer dan administrasi, dll.

Namun demikian, terdapat beberapa penelitian yang memberikan hasil bahwa IC tidak berpengaruh terhadap penciptaan nilai bagi perusahaan. Diez et al (2010) menyimpulkan bahwa walaupun terdapat relasi antara IC dan penciptaan nilai, namun tidak ada relasi yang signifikan antara penggunaan indikator human capital dan structural capital dengan variabel-variabel independen selain pertumbuhan penjualan, seperti ROA atau produktivitas. Maditinos et al (2011) menunjukkan bahwa IC secara keseluruhan dan komponen-komponen IC tidak berkolerasi dengan kinerja keuangan dan nilai pasar perusahaan. Wahdikorin (2010) menunjukkan bahwa secara agregat, IC berpengaruh signifikan dan negatif terhadap cost to asset (CTA) dan tidak berpengaruh terhadap ROA. Kuryanto, dan Syafruddin (2008) membuktikan bahwa Intellectual Capital (IC) tidak berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan.Firer dan William (2003) meneliti pengaruh intellectual capital terhadap kinerja perusahaan di Afrika Selatan.Hasilnya menunjukkan bahwa intellectual capital tidak berpengaruh terhadap profitablitas perusahaan.

Pengelolaan dan pengembangan sumber daya perusahaan yang baikmerupakan bagian dari keberhasilan pertumbuhan dan keberlangsunganperusahaan.Pertumbuhan perusahaan salah satunya terlihat pada pertumbuhan pendapatan.Pertumbuhan pendapatan perusahaan yang konsisten merupakanindikator penting dalam mempromosikan produk dan menjalankan usaha sebuahperusahaan.Menurut Kasmir (2012:107) rasio pertumbuhan merupakan rasioyang menggambarkan kemampuan perusahaan mempertahankan posisiekonominya di tengah pertumbuhan perekonomian dan sektor usaha. Denganstrategi perusahaan yang mencakup inovasi serta pemasaran yang baik dan jugasumber daya manusia yang memiliki pengetahuan yang baik pula, maka akandapat meningkatkan pertumbuhan pendapatan perusahaan. Dengan demikiansemakin besar Intellectual Capital yang dimiliki perusahaan maka semakin besarpula kemampuan perusahaan untuk meningkatkan pertumbuhan pendapatan.Halini sesuai dengan penelitian Chen (2005) yang menemukan bahwa Intellectual Capitalberpengaruh positif terhadap pertumbuhan perusahaan.

Banyak faktor yang dapat meningkatkan nilai perusahaan seperti strategi bisnis perusahaan.Strategi mengindentifikasikan arah yang harus dijalani dari fungsi yang ada dalam perusahaan dalam rangka untuk mencapai tujuan dan meningkatkan nilai perusahaan.Meitriana dkk, (2012) menyatakan bahwa strategi adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan berdasarkan pada kekuatan dan kelemahan serta kegiatan yang akan dilakukannya berdasarkan peluang yang dimiliki dan ancaman yang dihadapi perusahaan.

Penelitian Chusnah, Zulfiati, dan Supriati (2014) menunjukkan bahwa model pengujian yang mempertimbangkan peran moderasi dari strategi dalam hubungan antara IC dengan kinerja menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Berdasarkan uraian diatas maka penulis melakukan penelitian kembali pengaruh IC pada kinerja