Solo (Antaranews Jateng) - Yayasan Pendidikan St Pignatelli Surakarta berupaya meningkatkan "personal branding" perusahaan agar dapat bersaing di tengah kompetisi perguruan tinggi yang makin ketat.

"`Branding` atau imej menjadi kebutuhan perguruan tinggi, terlebih lagi jika bisa bersinergi dengan media massa yang bisa mempercepat akses dan keuntungan dari sebuah perguruan tinggi," kata Direktur HRD Yayasan St Pignatelli Surakarta Thomas Ambar Prihastomo pada acara lokakarya "smart marketing" di Solo, Senin.

Ia mengatakan "personal branding" menjadi salah satu cara untuk mengangkat citra positif perguruan tinggi dan peran media massa strategis dalam hal itu.

Ia mengatakan Kampus St Pignatelli memiliki dua lembaga pendidikan, yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) dan Akademi Bahasa Asing (ABA). Saat ini, yayasan tersebut tengah gencar melakukan lokakarya dalam rangka peningkatan kemampuan sumber daya manusia.

"`Smart Marketing Workshop` menjadi salah satu program yang saat ini ingin dikembangkan di lingkup internal kedua lembaga perguruan tinggi kami," katanya.

Melalui lokakarya bertema "Personal Branding, Strategi Jitu Mempercepat Akses" tersebut, pihaknya ingin mengajak karyawan sadar akan "branding" melalui pendekatan media massa.

Salah satu pembicara, Didik Kartika yang juga pengurus PWI Surakarta, mengatakan perusahaan harus aktif memberikan informasi, khususnya terkait dengan kegiatan perguruan tinggi kepada media massa.

"Karyawan harus bisa menjadi `public relations` sekaligus menulis rilis ke media untuk menginformasikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan," katanya.

Menurut pembicara lain, Thomas Wijanarko, seorang "public relations" harus mampu menguasai materi yang akan disampaikan kepada publik melalui media massa.

"Paling tidak seorang `public relations` harus punya bekal kuat dalam melakukan `branding`," kata praktisi komunikasi tersebut.

Pada hari berbeda digelar lokakarya mengambil tema "Analisa SWOT Marketing" dengan salah satu pembicara Direktur PT ATMI IGI Center Y. Wahyo Nursanto.

Pada kesempatan tersebut, Wahyu menggali setiap persoalan dan mengembangkannya menjadi kekuatan pemasaran di lingkungan St Pignatelli.