BERITA STIE ST.PIGNATELLI
Seminar "Hitz& Bullying Remaja di Sosmed"

Saat ini, keberadaan sosial media (Sosmed), sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat di era globalisasi. Bukan hanya orang dewasa yang menggunakannya, para remaja pun sudah akrab dengan sosial media.Berdasarkan riset dari Kominfo tahun 2014, jumlah pengguna sosial media sebesar 80 persen di antaranya  adalah remaja. Instagram, facebook, vlog, youtube adalah beberapa contoh sosial media yang digunakan oleh para remaja untuk menunjukkan atau memamerkan kegiatannya sehari-hari.

Kebebasan berekspresi ini tentu saja tidak hanya berdampak positif tetapi juga punya pengaruh negatif. Dampak positif misalnya remaja bisa menunjukkan kreativitasnya, mendapatkan informasi, menambah banyak teman. Sementara dampak negatifnya adalah cyber-bullying hingga kecanduan. Semua dampak itu berpengaruh terhadap perilaku sosial dan waktu belajar.

Lingkungan sekolah dan keluarga mempunyai peranan yang sangat penting dalammencegah dampak negatif sosial media. Jika guru bimbingan konseling dan orang tua mempunyai wawasan yang cukup tentang dampak negatif tersebut, maka mereka bisa mengarahkan remaja sehingga bijak dalam menggunakan sosmed.Sementara mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan mempunyai peran aktif dalam mencari solusi melalui riset.

Menyadari kondisi tersebut maka STIE St. Pignatelli Surakarta bermaksud mengadakan seminar dengan temaPengaruh Sosial Media Terhadap Psikologis Remaja; “HITZ dan BULLYING di SOSMED”. Selain seminar, guna menggali bakat remaja,juga digelar Lomba Video Kreativitas, Workshop Pembuatan Video di Instagram dan Olimpiade Akuntansi.Saat ini, keberadaan sosial media (Sosmed), sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat di era globalisasi. Bukan hanya orang dewasa yang menggunakannya, para remaja pun sudah akrab dengan sosial media.Berdasarkan riset dari Kominfo tahun 2014, jumlah pengguna sosial media sebesar 80 persen di antaranya  adalah remaja. Instagram, facebook, vlog, youtube adalah beberapa contoh sosial media yang digunakan oleh para remaja untuk menunjukkan atau memamerkan kegiatannya sehari-hari.

Kebebasan berekspresi ini tentu saja tidak hanya berdampak positif tetapi juga punya pengaruh negatif. Dampak positif misalnya remaja bisa menunjukkan kreativitasnya, mendapatkan informasi, menambah banyak teman. Sementara dampak negatifnya adalah cyber-bullying hingga kecanduan. Semua dampak itu berpengaruh terhadap perilaku sosial dan waktu belajar.

Lingkungan sekolah dan keluarga mempunyai peranan yang sangat penting dalammencegah dampak negatif sosial media. Jika guru bimbingan konseling dan orang tua mempunyai wawasan yang cukup tentang dampak negatif tersebut, maka mereka bisa mengarahkan remaja sehingga bijak dalam menggunakan sosmed.Sementara mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan mempunyai peran aktif dalam mencari solusi melalui riset.

Menyadari kondisi tersebut maka STIE St. Pignatelli Surakarta bermaksud mengadakan seminar dengan temaPengaruh Sosial Media Terhadap Psikologis Remaja; “HITZ dan BULLYING di SOSMED”. Selain seminar, guna menggali bakat remaja,juga digelar Lomba Video Kreativitas, Workshop Pembuatan Video di Instagram dan Olimpiade Akuntansi.