BERITA STIE ST.PIGNATELLI
Seminar

Maraknya kasus narkoba, kekerasan, pornografi, lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT), dan lahirnya isme-isme baru perlu mendapat perhatian serius. Pemerintah harus melihat secara mendalam dan mengkajinya secara cermat supaya ada antisipasi yang tepat. Sebab, bukan tidak mungkin narkoba, kekerasan, pornografi dan segala bentuk penyimpangan di masyarakat merupakan upaya untuk menghancurkan generasi muda.

Menyikapi hal tersebut STIE St. Pignatelli Surakarta menggelar seminar "MEA dan Perang Generasi ke-4" pada tanggal 28 April 2016 di Aula STIE St. Pignatelli dengan 3 narasumber yaitu WaKa Staf ANgkatan Darat Letjen TNI (Purn.) Kiki Syahnakri, Prof Dr Bambang Setiaji, dan Dr G Sri Nurhartanto.

''Inilah yang disebut perang generasi keempat, semua ciri-cirinya seperti yang sekarang sedang marak,” kata mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, "cara-cara perang generasi keempat tak lagi menggunakan metode  konvensional seperti adu senjata", lanjutnya.

Strategi pihak lain yang ingin merongrong Indonesia yakni melalui narkoba, kekerasan, pronografi, LGBT, penguasaan sumber daya alam dan lainnya, bahkan secara tidak sadar, teknologi informasi, media massa ikut andil dalam persoalan tersebut.

Karena itu ia menegaskan perlunya kembali ke jati diri bangsa, kearifan lokal, dan menghidupkan kembali budaya daerah untuk membentengi diri dari upaya rongrongan pihak asing.

Menurutnya rakyat harus terus mengingatkan pemerintah dan para elite supaya tidak lengah karena bangsa dan negara ini menghadapi persoalan serius dan menjadi sasaran pihak asing yang ingin menguasai Indonesia.

sumber: tribunsolo.com